MEMBANGUN BTS RT/RW NET
Salam Kenal Buat Pembaca Semua,
Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar pembangunan BTS (stasiun pemancar pusat) untuk jaringan internet nirkabel, atau lebih dikenal RT/RW net. Dan sebagai pendatang baru, mohon dikritik apabila dalam tulisan ini terdapat kekeliruan dan kesalahan, oke?! Pembahasan ini akan saya bagi dalam beberapa bagian, yaitu:
A. Planning (Tahap Perencanaan)
Apabila Anda berniat membangun BTS jaringan internet nirkabel, maka hal yang perlu Anda
perhatikan adalah: 1. Modal yang memadai. (Besarannya bergantung pada tempat tinggal Anda)
2. Topologi, yang disertai dengan laporan detil tentang medan.
3. Rencana penggunaan alat.
Modal
Bicara tentang membuka bisnis, tentu tidak akan pernah terlepas dari bicara tentang modal. Untuk
membangun sebuah BTS, modalnya bergantung dari kemampuan Anda. Namun perlu diingat, hu-
kum ekonomi turut terlibat di sini, yaitu semakin besar modal, semakin besar pula peluang
(berhasil/gagal) Anda, semakin besar pula waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian modal.
Namun, sebagai referensi, sebaiknya Anda menggunakan modal yang standar dulu, apalagi jika
Anda termasuk orang yang masih awam di bisnis ini. Minimal modal yang Anda perlukan adalah
25 juta rupiah (di luar pulau jawa). Harga tersebut sudah termasuk harga alat+ongkos kirim+upah
pekerja+4 unit tower pipa ledeng produk Krakatau Steel dan Singapura.
Topologi
Untuk memperluas jangkauan sinyal nirkabel, tentu Anda memerlukan point-point yang meng
cover area tertentu. Di sinilah, kemampuan ukur Anda diuji. Anda harus mampu menghitung
kekuatan sinyal nirkabel saat melewati pepohonan, perumahan atu perbukitan. Bila Anda tidak
mengetahui caranya, silakan berkonsultasi dengan para penjual alat-alat wireless (saya sarankan
untuk berkonsultasi dengan ahli jaringan lokal saja agar lebih mudah). Medan yang akan anda
cover dengan jaringan wireless adalah penentu keberhasilan Anda dalam meraih pelanggan.
Rencana Alat
Jika ada hal utama yang menentukan kesuksesan bisnis ini, maka alat lah jawabannya.Sebab
kualitas suatu alat menentukan kualitas jaringan internet wireless Anda. Di pasaran banyak
menjual aneka alat dengan aneka merek, seperti TP Link, Linksys, Nano Station, D-Link, dan
banyak lagi. Harga dan serinya tentu lebih bervariasi lagi. Satu hal yang perlu Anda garis bawahi
adalah : a. setiap alat memiliki keunggulan dan kelemahan.
b. tidak ada satu pun jenis alat yang bisa bekerja sendiri.
Membangun sebuah BTS, Anda harus memiliki minimal alat-alat ini:
- Penyedia Layanan Internet (ISP) seperti Speedy, atau dari kartu GSM, Telkomsel, Im3 dsb.
- Model Router (bila Anda berlangganan dengan Speedy, maka modem router akan diberikan)
- Komputer/Laptop yang disiapkan untuk BTS.
- Antena sebagai Akses Point (AP).
- Kabel UTP (kabel jaringan yang berisi 8 kabel).
- Routerboard (radio yang nanti membagi bandwidth untuk klien).
- Kabel Pigtail.
- Hub (bila perlu)
Khusus antena, Anda saya sarankan menggunakan antena Omni directional yang dihubungkan
dengan radio pada tower pusat. Hal ini agar memungkinkan point-point dapat menyambung
sinyal via Omni, mengingat Omni memiliki jangkauan 360 derajat. Apabila Anda berencana
mengcover wilayah yang cukup jauh, sebaiknya tambahkan antena grid sebagai pemancarnya.
B. Mengkonfigurasi Alat
Apabila alat-alat untuk BTS sudah hadir lengkap, maka saatnya Anda melakukan konfigurasi.
Pasanglah kabel dari ISP (kabel internet telkom) ke modem. Pastikan lampu ADSL dan lampu
internet menyala. Pada soket LAN, pasangkan ke mikrotik. Pada mikrotik, pasangkan pada switch
nomor 1, sedangkan switch nomor 2 koneksikan ke antena outdoor.
Pastikan kode IP mikrotik satu kelas dengan antena outdoor, karena mikrotik akan menjadi
gateway dari sinyal internet yang akan diakses klien.
C. Konfigurasi Internet Protocol (IP)
Anda tidak harus menjadi tenaga terampil IT untuk membangun bisnis ini. Yang penting punya
niat untuk belajar, dan sungguh-sungguh dalam berusaha. Siip???
Mari kita belajar bersama. Pertama yang harus Anda hafalkan adalah, IP Modem Speedy adalah
192.168.1.1. IP mikrotik adalah 192.168.1.88 (bawaannya), sedangkan TP Link versi 5210
adalah 192.168.1.254 yang juga bawaannya dan dapat diubah sesuai dengan keinginan kita.
Misalkan, Anda hendak mengubahnya, boleh menjadi 192.168.2.1, atau 192.168.20.100, atau
192.168.50.50, terserah. Tapi IP Speedy tidak boleh ditukar. Ia tetap pada 192.168.1.1.
Pada BTS saya, saya mengkonfigurasi IP sebagai berikut:
1. IP Modem Speedy adalah 192.168.1.1
2. IP Mikrotik 192.168.20.10, dan gateway 192.168.1.1 (yaitu modem speedy)
3. IP antena sektoral (TP Link), harus sama kelasnya dengan mikrotik, yaitu 192.168.20. (pilih
dari 1-254). Yang penting kelasnya sama-sama 20.
Perlu Anda ingat, bahwa mikrotik hanya dapatdijalankan dengan software Winbox, dan dapat
Anda unduh gratis di www.mikrotik.com. Anda harus melakukan konfigurasi mikrotik sebelum
mikrotik dapat dijadikan gateway internet bagi pelanggan kita. Sampai di sini, apakah ada
pertanyaan???
Salam Kenal Buat Pembaca Semua,
Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar pembangunan BTS (stasiun pemancar pusat) untuk jaringan internet nirkabel, atau lebih dikenal RT/RW net. Dan sebagai pendatang baru, mohon dikritik apabila dalam tulisan ini terdapat kekeliruan dan kesalahan, oke?! Pembahasan ini akan saya bagi dalam beberapa bagian, yaitu:
A. Planning (Tahap Perencanaan)
Apabila Anda berniat membangun BTS jaringan internet nirkabel, maka hal yang perlu Anda
perhatikan adalah: 1. Modal yang memadai. (Besarannya bergantung pada tempat tinggal Anda)
2. Topologi, yang disertai dengan laporan detil tentang medan.
3. Rencana penggunaan alat.
Modal
Bicara tentang membuka bisnis, tentu tidak akan pernah terlepas dari bicara tentang modal. Untuk
membangun sebuah BTS, modalnya bergantung dari kemampuan Anda. Namun perlu diingat, hu-
kum ekonomi turut terlibat di sini, yaitu semakin besar modal, semakin besar pula peluang
(berhasil/gagal) Anda, semakin besar pula waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian modal.
Namun, sebagai referensi, sebaiknya Anda menggunakan modal yang standar dulu, apalagi jika
Anda termasuk orang yang masih awam di bisnis ini. Minimal modal yang Anda perlukan adalah
25 juta rupiah (di luar pulau jawa). Harga tersebut sudah termasuk harga alat+ongkos kirim+upah
pekerja+4 unit tower pipa ledeng produk Krakatau Steel dan Singapura.
Topologi
Untuk memperluas jangkauan sinyal nirkabel, tentu Anda memerlukan point-point yang meng
cover area tertentu. Di sinilah, kemampuan ukur Anda diuji. Anda harus mampu menghitung
kekuatan sinyal nirkabel saat melewati pepohonan, perumahan atu perbukitan. Bila Anda tidak
mengetahui caranya, silakan berkonsultasi dengan para penjual alat-alat wireless (saya sarankan
untuk berkonsultasi dengan ahli jaringan lokal saja agar lebih mudah). Medan yang akan anda
cover dengan jaringan wireless adalah penentu keberhasilan Anda dalam meraih pelanggan.
Rencana Alat
Jika ada hal utama yang menentukan kesuksesan bisnis ini, maka alat lah jawabannya.Sebab
kualitas suatu alat menentukan kualitas jaringan internet wireless Anda. Di pasaran banyak
menjual aneka alat dengan aneka merek, seperti TP Link, Linksys, Nano Station, D-Link, dan
banyak lagi. Harga dan serinya tentu lebih bervariasi lagi. Satu hal yang perlu Anda garis bawahi
adalah : a. setiap alat memiliki keunggulan dan kelemahan.
b. tidak ada satu pun jenis alat yang bisa bekerja sendiri.
Membangun sebuah BTS, Anda harus memiliki minimal alat-alat ini:
- Penyedia Layanan Internet (ISP) seperti Speedy, atau dari kartu GSM, Telkomsel, Im3 dsb.
- Model Router (bila Anda berlangganan dengan Speedy, maka modem router akan diberikan)
- Komputer/Laptop yang disiapkan untuk BTS.
- Antena sebagai Akses Point (AP).
- Kabel UTP (kabel jaringan yang berisi 8 kabel).
- Routerboard (radio yang nanti membagi bandwidth untuk klien).
- Kabel Pigtail.
- Hub (bila perlu)
Khusus antena, Anda saya sarankan menggunakan antena Omni directional yang dihubungkan
dengan radio pada tower pusat. Hal ini agar memungkinkan point-point dapat menyambung
sinyal via Omni, mengingat Omni memiliki jangkauan 360 derajat. Apabila Anda berencana
mengcover wilayah yang cukup jauh, sebaiknya tambahkan antena grid sebagai pemancarnya.
B. Mengkonfigurasi Alat
Apabila alat-alat untuk BTS sudah hadir lengkap, maka saatnya Anda melakukan konfigurasi.
Pasanglah kabel dari ISP (kabel internet telkom) ke modem. Pastikan lampu ADSL dan lampu
internet menyala. Pada soket LAN, pasangkan ke mikrotik. Pada mikrotik, pasangkan pada switch
nomor 1, sedangkan switch nomor 2 koneksikan ke antena outdoor.
Pastikan kode IP mikrotik satu kelas dengan antena outdoor, karena mikrotik akan menjadi
gateway dari sinyal internet yang akan diakses klien.
C. Konfigurasi Internet Protocol (IP)
Anda tidak harus menjadi tenaga terampil IT untuk membangun bisnis ini. Yang penting punya
niat untuk belajar, dan sungguh-sungguh dalam berusaha. Siip???
Mari kita belajar bersama. Pertama yang harus Anda hafalkan adalah, IP Modem Speedy adalah
192.168.1.1. IP mikrotik adalah 192.168.1.88 (bawaannya), sedangkan TP Link versi 5210
adalah 192.168.1.254 yang juga bawaannya dan dapat diubah sesuai dengan keinginan kita.
Misalkan, Anda hendak mengubahnya, boleh menjadi 192.168.2.1, atau 192.168.20.100, atau
192.168.50.50, terserah. Tapi IP Speedy tidak boleh ditukar. Ia tetap pada 192.168.1.1.
Pada BTS saya, saya mengkonfigurasi IP sebagai berikut:
1. IP Modem Speedy adalah 192.168.1.1
2. IP Mikrotik 192.168.20.10, dan gateway 192.168.1.1 (yaitu modem speedy)
3. IP antena sektoral (TP Link), harus sama kelasnya dengan mikrotik, yaitu 192.168.20. (pilih
dari 1-254). Yang penting kelasnya sama-sama 20.
Perlu Anda ingat, bahwa mikrotik hanya dapatdijalankan dengan software Winbox, dan dapat
Anda unduh gratis di www.mikrotik.com. Anda harus melakukan konfigurasi mikrotik sebelum
mikrotik dapat dijadikan gateway internet bagi pelanggan kita. Sampai di sini, apakah ada
pertanyaan???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar